Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor merupakan lembaga semi otonom di setiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.
Dalam peraturan organisasi GP Ansor, Rijalul Ansor
dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor sebagai implementasi visi revitalisasi nilai
dan tradisi dan misi internalisasi nilai Aswaja dan sifat-sifat Rasul dalam
Gerakan Pemuda Ansor. Majelis ini dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan
Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh
Indonesia.
Rijalul Ansor adalah wahana pembangunan spritual anak
muda khususnya bagi penerus seluruh generasi muda Nahdlatul Ulama. Seperti
dalam peraturan organisasi Gerakan Pemuda Ansor No : 02/KONBES-XVIII/VI/2012
menjelaskan bahwa Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor adalah badan semi
otonom dibawah Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor dimasing-masing tingkatan. Rijalul
Ansor membawa visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi
Ahlussunnah Wal Jamaah.
Maka kewajiban masing-masing pimpinan ansor harus mengadakan majelis dzikir dan
sholawat sebagai sarana perwujudan pengamalan amaliyah Nahdlatul Ulama.
Menjamurnya paham yang menyudutkan amaliyah NU tidak berdasarkan sunah Nabi,
mengakibatkan tergerusnya amaliyah dikalangan anak muda dan hampir tidak
terlihat lagi. Maka hari ini Gerakan Pemuda melalui Rijalul Ansor terus
menggalakkan kegiatan yang isinya beberapa amaliyah NU.
Penggambaran dalam perkembangan Nahdhatul Ulama seperti Harakat, yang
berarti gerakan. Harakat yakni “Setiap tindakan atau perilaku/perubahan,
pindah dari satu tempat ke tempat lain”. Harakat sendiri mempunya makna
filosofi yang berkaitan dalam kehidupan kita. Makna-makna filosofi harakat yang
tertuang dalam ‘Alaamatul I’rab”.
1. Dhammah, sebagai alamat (tanda atau ciri) I’rab Rafa’
Dhammah, dimaknai “bergabung”. Sedangkan Rafa’, dimaknai “kemuliaan”. Maka
makna secara filosofi dari Dhammah adalah tanda suatu kemuliaan (kemajuan).
Dhammah adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf waw –tapi ini kecil-, yang
diletakkan diatas suatu huruf Arab (---), harakat dhammah melambangkan fonem
/u/.
Dhammah dalam kehidupan digambarkan seperti kepalan tangan sampai lengan.
Kepalan tangan menggambarkan “bergabung atau bersatu”, dan jika ditegakkan
kepalan tangan tersebut adalah tanda “suatu harapan dalam kemajuan”.
2. Fathah, sebagai alamat (tanda atau ciri) I’rab Nashab
Makna dari Fathah adalah ‘kemenangan’. Sedangan Nashab, dimaknai “tegak”. Jika
secara konteks makna filosofi dari Fathah alamat Nasab yaitu, “Jika kita
menegakkan (kebenaran) itu adalah tanda suatu kemenangan”.
Dalam penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat fathah
(garis lurus dan tegak, lurus/tegak melengkung). Fathah diibaratkan
adalah suatu kemenangan, dan kemenangan itu selalu ada di atas (diposisikan di
tempat tinggi).
3. Kasrah, tanda atau ciri I’rab Jar
Makna Kasrah sebagai “pecah”. Sedangkan Jar, maknanya “terseret”. Secara
filosofi dari Kasrah adalah alamat Jarr yaitu, “Jika kita terpecah belah itu
adalah tanda diperdaya oleh orang lain (terseret-seret)”.
Penggambaran Kasrah adalah garis lurus dan tegak, lurus/tidak melengkung.
Harakat fathah mempunyai posisi diatas diibaratkan garis yang terseret (ditarik
miring kebawah). Jika direnungi makna kata Kasrah adalah “Jika sesuatu terpecah
belah maka tidak akan berdaya/dapat diperdaya.
4. Sukun, tanda atau ciri dari I’rab Jazm
Makna dari Sukun adalah “diam”. Sedangkan Jazm, adalah “kepastian atau
pengharusan”. Dalam konteks filosofi Sukun alamat Jazm berarti kita tidak
bisa bergerak (diam)”. Jika sukun, dimaknai “tenang”. Sedangkan Jazm dimaknai
“jaminan”, maka makna secara filosofi adalah “Jika ada jaminan dan kepastian
maka masa depan kita akan tenang”.
Penggambaran harakat Sukun adalah berbentuk bulat. Jika digambarkan dalam
bulatan dan lingkaran itu ada proses perputaran, mungkin dapat dimaknai
“kehidupan yang selalu berputar saling berintegrasi dan kontuinitas dalam
perputaran”. Lain dari itu, bulatan atau lingkaran itu dapat dilihat tidak
bergerak atau statis, maka makna yang kita dapatkan adalah “Jika kita diatur di
bawah kekuasaan orang, maka kita tidak bisa bergerak (diam)

Social Plugin